[Jun 4th 2007, 03:08] Cinta yang Menyerah
Jatuh, jatuh, jatuh. Terlalu memaksakan diri, semua malah gagal.
Bahkan cinta pun menyerah. Paksakan raga hingga batas terlewati, sekali-dua, terus dan terus. Lihat saja, jiwa pun tak mampu lagi menipu raga untuk terus lagi. Kerjakan semua serakusnya, memaksa diri tanpa berserah, torehkan cinta di semua kerja pun tiada guna.
Saat raga menyerah, apa tersisa?
Dentang lonceng menyusup lembut di sela keras siksa denyut meraung di relung pikir. Sekali berdentang. Memudar. Lagi sekali. Sabar menggema, mengajak untuk pasrah berserah. Mari, mengalun bersama alam. Mengalir.
Maka di sini, berserahlah. Atas semua yang terserak. Berantakan, tak tercapai.
Melepas kebanggaan semu, kemuliaan masa lalu.
Menjenguk ruang batin. Biar di sana sendiri saat ini. Nanti kembali, bolehlah berucap syukur, “Terima kasih, Tuhan. Saya masih hidup!”
- 0 comment(s)
- Submit your comment, click here





Latest Comment