[May 17th 2007, 04:34] Yang Baca Sial
Hari gini, nda ngecek peruntungan untuk kegiatan penting? Wah, wah, wah!
Tidak ada yang namanya kesialan atau keberuntungan.
Kesialan itu tidak lebih hal-hal yang dipersepsikan sebagai sial(an), alias segala macam hal yang mengganggu “kenikmatan” yang tengah berjalan. Orang yang pantang menyerah (atau yang tidak mau mengakui kalu dirinya emang sial *halah kontradiksi ni begu* :D) melihatnya sebagai tantangan.
Keberuntungan, bisa jadi tak lebih sekedar hal-hal yang senantiasa terjadi di sekitar kita tapi kita abaikan alias taken for granted. Orang yang aktif mengisi hidupnya dengan tindakan (paling jeleknya, sih, sebutannya oportunis, alias orang sial pemalas yang nekat main judi berdasarkan gosip yang bakal menang bola besok siapa *lha, apaan ni!* :D) menyebutnya kesempatan.
Nasib, nah, itu lain perkara :). Itu erat kaitannya dengan takdir. Sementara takdir itu tertulis dengan jelas – manusia pasti mati dong! – nasib itu lebih ke nuansa tematis alinea kisah kehidupan kita yang proses pembentukannya ditulis oleh diri kita menghidupi hari saat ini – ingat, saat ini, bukan kemarin dan besok.
Begitulah hidup, setidaknya yang masih bisa terbaca dari potongan koran bungkus kacang yang bagiannya gak kesobek :D. Wah, makan kacang goreng malam-malam, enak juga. Tapi suasana nungguin penjualnya itu bo, mistik! Lewat Tengah Malam … “cang goreng!”. Saksikan di bioskop kesayangan Anda!
Ancur …
- 0 comment(s)
- Submit your comment, click here





Latest Comment